Selasa, 26 Juli 2011

Pengertian Dana Kas Kecil

Pengertian dan Fungsi Dana
Kas Kecil (Petty Cash Fund)
14 Mei 2009 @ 1:26 am › Hadi
Muttaqin Hasyim
↓ Skip to comments
Pengeluaran kas didalam
prakteknya, tidak semua dapat
dilakukan dengan menggunakan
cek, karena untuk pengeluaran
yang jumlahnya relatif kecil,
sangat tidak efektif bila
dilakukan dengan menggunakan
cek. Untuk itu perusahaan
biasanya membentuk suatu dana
khusus yang disebut dengan
dana kas kecil ( Petty Cash Fund ).
Soemarso ( 2004 )
mendefinisikan dana kas kecil
sebagai berikut :
”sejumlah uang tunai tertentu
yang disisihkan dalam
perusahaan dan digunakan
untuk melayani pengeluaran-
pengeluaran tertentu. Biasanya
pengeluaran-pengeluran yang
dilakukan melalui dana kas kecil
adalah pengeluaran-pengeluaran
yang jumlahnya tidak besar,
pengeluaran-pengeluaran lain
dilakukan dengan bank ( dengan
cek )”.
Dari kutipan di atas jelas bahwa
dana ini hanya diperuntukan
bagi pengeluaran-pengeluaran
yang jumlahnya relatif kecil yang
tidak mungkin dilakukan dengan
menggunakan cek. Oleh sebab
itu perusahan perlu menetapkan
mata anggaran apa saja yang
bisa dibayarkan dengan
menggunakan kas kecil, dan
mata anggaran apa saja yang
tidak bisa dilakukan dengan
menggunakan dana tersebut,
karena tidak semua pengeluaran
yang jumlahnya kecil layak
dibayarkan dengan
menggunakan dana kas kecil.
Tetapi ada perkiraan-perkiraan
karena alasan tertentu tidak
dibayarkan dengan kas kecil,
walaupun jumlahnya relatif kecil.
Dalam sebuah perusahaan yang
sudah besar, fungsi dana kas
kecil sangatlah penting untuk
menunjang kelancaran aktivitas
dari perusahaan, karena setiap
pengeluaran yang relatif kecil
tidak efektif jika dilakukan
dengan menggunakan cek
disebabkan penarikan cek
memebutuhkan waktu yang
lama. Akan tetapi dengan adanya
dana kas kecil semua
pengeluaran tersebut dapat
dilakukan dengan segera.
Biasanya pengeluaran yang
termasuk dalam dana kas kecil
itu sifatnya pengeluaran rutin.
Adapun pengeluaran yang
dilakukan dengan dana kas kecil
adalah biaya-biaya:
- Biaya makan minum
- Biaya perlengkapan
- Biaya keperluan kantor
- Serta biaya-biaya lainnya.
Karena fungsinya yang demikian
penting, maka pada perusahaan
yang berukuran menengah
besar, dana kas kecil ini sudah
merupakan kebutuhan yang
mutlak harus ada. Dapat
dibayarkan betapa tidak
efesiennya apabila dana kas kecil
ini tidak disediakan anggarannya
oleh perusahan tersebut, karena
pada saat akan melakukan
pengeluaran uang harus
menunggu pencairan cek
terlebih dahulu. Tapi kalau
perusahaan tersebut
menyediakan anggaran bagi
dana kas kecil, maka setiap
melakukan pengeluaran yang
kecil-kecil tidak harus menunggu
pencairan cek terlebih dahulu
tetapi bisa langsung
pembayarannya mengunakan
dana kas kecil tadi.
Jumlah dana kas kecil yang
tersedia ditangan juga tidak
boleh terlalu besar jumlahnya,
karena akan menyebabkan
sejumlah dana yang
menganggur dan juga dapat
menimbulkan resiko kehilangan.
Dengan adanya dana kas kecil
yang jumlahnya sesuai
kebutuhan, tentu aktivitas
perusahaan dapat berjalan
lancar.
Dalam mengelola dana kas kecil
ada dua metode yang bisa
digunakan yaitu Imprest Fund
Method dan Fluctuation Method.
a. Imprest Fund Method
Pada sistem Imprest Fund,
Baridwan ( 1992 )
mendefinisikan : ”Didalam sistem
ini jumlah dana dalam rekening
kas kecil selalu tetap, yaitu
sebesar cek yang diserahkan
kepada kasir kas kecil untuk
untuk membentuk dana kas kecil

Berdasarkan penjelasan di atas
maka dapat diperjelas bahwa
pada sistem Imprest Fund jumlah
dana kas kecil selalu konstan dan
tidak berubah-ubah. Biasanya
kas kecil ini diisi dengan
sejumlash uang yang telah
ditetapkan untuk keperluan
pembayarn-pembayaran selama
jangka waktu tertentu, misalnya
satu minggu, dua minggu,
ataupun sebulan. Bilamana
jangka waktunya telah habis dan
jumlah uang dalam kas kecil pun
telah menipis, maka kas kecil diisi
kembali dengan menarik dana
dari kas besar sampai dengan
jumlah dana yang telah
ditetapkan besarnya. Untuk
setiap pengisian kembali dana
kas kecil, pemegagang kas kecil
selalu melampirkan kas kecil
serta bukti-bukti pendukungnya.
Walaupun secara teoritis ada dua
sistem penggelolaan deana kas
kecil, tetapi dalam kenyataanya
hampir semua perusahaan yang
telah membentuk dana kas,
mengelolanya dengan sistem
imprest dengan alasan untuk
mempermudah pengawasan.
Dari penjelasan tersebut maka
jelaslah bahwa dana kas kecil
yang dikelola dengan sistem
Imprest Fund menghasilkan
beberapa keuntungan bagi pihak
perusahaan yaitu untuk
mempermudah pengawasan,
perhitungan dan pertaggung
jawaban (Accountabilities).
b. Fluctuation Method
Menurut Baridwan ( 1992 )
Fluctuation Method dikatakan ”
Dalam sistem fluktuasi saldo
rekening kas kecil tetap, tetapi
berfluktuasi sesuai dengan
jumlah pengisisan kembali dan
pengeluran- pengeluaran dari
kas kecil ”.
Dari definisi diatas maka dapat
kita ambil kesimpulan bahwa
Fluctuation Method merupakan
suatu sistem penggeloalaan dana
kas kecil yang saldo rekeningnya
tidak tetap dan tergantung pada
besar kecilnya pengeluaran yang
terjadi untuk periode tertentu,
misalnya dalam waktu dua
minggu, sebulan dan sebagainya.
Pada sistem ini rekening kas kecil
yang diselenggarakan harus
menunjukkan saldo pada setiap
saat sebesar jumlah dana kas
kecil yang ada ditangan
pemegang dana kas kecil.
Ada beberapa prosedur yang
perlu dilakukan untuk
melaksanakan dana kas kecil
a. Prosedur Pembentukan Dana
Kas Kecil
Tahap pertama dalam
menetapkan dana kas kecil
adalah mentaksir jumlah dana
yang diperlukan untuk kas kecil
tersebut. Setelah jumlah ini
ditentukan kita misalkan
sejumlah Rp. 150.000,-, maka
akan ditarik selembar cek untuk
sejumlah dana tersebut dan
dibuat pencacatan untuk dana
kas kecil. Ayat jurnal yang harus
dibuat adalah sebagai berikut:
Kas kecil Rp. 150.000,-
Kas/Bank Rp. 150.000,-
Pencacatan yang dilakukan pada
sistem Imprest Fund dan pada
sistem fluctuation adalah sama
yaitu dengan mendebet kas kecil
dan mengkredit perkiraan kas
atau bank ( yang dimaksud kas
di sini adalah kas besar ).
b. Prosedur Pengeluaran Dana
Kas Kecil
Untuk pengeluaran-pengeluaran
yang dilakukan dengan dana kas
kecil perlu dibuat bukti
pengeluaran kas kecil ( petty
cash record ). Tabel 1-1
memperlihatkan contoh bukti
pengeluaran kas kecil (petty cash
voucher ). Tabel 1-2
memperlihatkan contoh kas kecil
(petty cash record).
Kategori: Akuntansi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar